Solo Kota Budaya dan Pariwisata

"Solo ini macetnya hari Sabtu dan Minggu, kebanyakan kendaraan berpelat luar kota, karena Solo menjadi kota tujuan pariwisata," tutur Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy), saat membuka Solo Blues Festival, beberapa saat lalu.

Jejak sejarah yang terentang panjang dari masa Kasultanan Pajang dan Kasunanan Surakarta menjadikan Solo dilimpahi warisan budaya benda dan tak bendawi, sehingga memiliki daya tarik wisata yang kuat.

Taman yang dibangun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegoro VII tahun 1921 ini difungsikan kembali sebagai hutan kota, taman terbuka untuk publik dan wisatawan, sekaligus kawasan seni dan budaya.

Beragam kegiatan seni dan budaya digelar rutin setiap tahun, seperti Solo Batik Carnival, Festival Jenang, Solo Menari 24 Jam, Festival Film Solo, Mangkunegaran Performing Art, Solo International Performing Arts, Solo City Jazz, Keraton Art Festival, Solo Film Festival, Konser Gamelan Akbar, dan lainnya.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, jumlah wisatawan yang menginap di hotel berbintang dan nonbintang tumbuh tak kurang dari 38 persen tahun 2013 dibandingkan tahun 2010.

Tahun 2010, total wisatawan sebanyak 942.541, tahun 2011 melonjak menjadi 1.300.832 orang, tahun 2012 tercatat 1.305.820, dan tahun 2013 jumlah wisatawan Nusantara dan mancanegara menjadi 1.480.135.

Pada 2010, penerimaan pajak hotel dan restoran tercatat Rp 16,6 miliar, pada 2011 melonjak menjadi Rp 27,7 miliar, tahun 2012 menjadi Rp 34,1 miliar, dan pada 2013 naik menjadi Rp 38,2 miliar.

"Sektor pariwisata dan MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions) ini menjadi andalan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi Solo karena ini membawa efek berganda yang nyata kepada masyarakat," tutur Eny.

Ini terlihat dari hasil survei Pemkot Solo, Badan Promosi Pariwisata Indonesia Surakarta, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Solo.


Penasihat Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (DPC Asita) Solo Raya, Suharto, menilai pariwisata Solo kian berkembang, yang didukung lonjakan investasi swasta di bidang perhotelan dan restoran.

Tempat wisata juga banyak terdapat dikota ini, pemerintah kota Solo juga menyediakan icon pariwisata yaitu berupa bus tingkat yang diberi nama Werkudara, sebagai fasilitas wisatawan untuk menikmati suasana dikota Solo, kita akan diajak melihat banyak tempat wisata, peninggalan-peninggalan bersejarah dan juga pusat kerajinan dikota Solo.


Wisata kuliner yang sangat banyak jenis makanan khasnya juga banyak dijajakkan diberbagai tempat dikota Solo, dari makanan kecil sampai makanan yang ingin dibawa untuk buah tanganpun banyak dijajakkan diberbagai tempat dikota Solo, dan harganyapun cukup terjangkau.

CAKRA TUNGGAL: SEWA MOBIL DI SOLO - 081329307328

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghilangkan Bekas Cat Pada Lantai Kayu

SEO Jakarta

SEO Rental Mobil Purwokerto